By. Ba

Mungkin kita pernah menonton film fiksi atau animasi yang menceritakan pengalaman seseorang melintasi suatu negeri yang semuanya mulai dari pepohonan disekitarnya, hewannya dan lingkungannya serba berukuran besar dan dia sendiri menjadi berukuran sangat kecil hampir seukuran semut. Disamping itu, keindahan rumah, sungai,taman yang tiada tara juga menjadi pelengkap dari keadaan tersebut.

Ternyata, penggambaran itu sebenarnya tidak fiksi-fiksi amat bila kita mau sedikit mempelajari gambaran kehidupan akhirat yang semuanya serba berbeda baik ukuran, wujudnya maupun lingkungannya. Di akhirat kelak ada dua tempat kembalinya manusia, yaitu Surga dan Neraka. Semoga kita semua bisa masuk surga dengan Ridho dan Rahmat Allah Swt.. Amiin

Mari kita sedikit bertamasya ke kampung abadi kita kelak yang bernama Akhirat.

Dalam hadits qudsi, Allah SWT berfirman: “Aku telah persiapkan untuk hamba-hamba-Ku yang saleh kenikmatan yang tak pernah dilihat mata, tak pernah terdengar oleh telinga, dan tak pernah terbetik di hati manusia.” Kemudian Rasulullah SAW berkata, “Tak seorang pun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang sebagai balasan bagi mereka. (as-Sajdah: 17)’.” (HR. al-Bukhari no. 3244)

Akan tampak agungnya nikmat surga ketika dibandingkan dengan kesenangan duniawi. Kesenangan dunia dibandingkan dengan kenikmatan akhirat sangatlah rendah. Rasulullah bersabda, “Tempat salah seorang kalian di surga lebih baik daripada dunia dan seisinya.” (HR. al-Bukhari no. 3250).

Luasnya Akhirat

Sampai hari ini perbincangan mengenai luasnya Akhirat secara matematika masih terus ramai dan terus menjadi perbincangkan yang menarik. Hal ini karena memang di dalam Al Qur’an dan hadits sekali pun tidak secara definitif menyebutkan berapa luasnya negeri Akhirat ini.

Namun karena kita dibekali akal dan pikiran oleh Allah Swt, maka bermunculah banyak penafsiran tentang luasnya akhirat berdasarkan sedikit petunjuk dari Al qur’an dan Hadits.Tetapi,walaupun banyaknya penafsiran tentang luasnya akhirat, kesimpulan mereka mengarah pada satu kesamaan yaitu sama-sama menyimpulkan luas akhirat itu sangaaaaaaat luas bila dibandingkan bumi kita ini. Bila seluruh manusia mulai dari generasi Adam sampai dengan generasi akhir zaman menempati akhirat, tetap akan masih sangat luas sisanya.

Bahkan,kalau kita merujuk suatu hadits yang mengisahkan tentang penghuni surga yang masuk paling akhir yang disebut sebagai golongan ‘Jahannamiyyun’ mereka tetap Allah Swt kasih tempatnya seluas 10x ukuran bumi, Subhanallah..

Ukuran Manusia di Surga

Ukuran manusia di akhirat akan memiliki tinggi yang sama dengan manusia pertama yaitu Nabi Adam As yaitu setinggi 60 Hasta atau kira-kira 30 meter menurut hadits berikut ini :

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. : Nabi Saw bersabda, “Dahulu Allah mencipta Adam as yang tingginya enam puluh hasta (tangan kalian) kemudian berfirman ; “pergilah kamu dan berilah salam kepada mereka para malaikat dan dengarkanlah bagaimana mereka menjawab salam penghormatan kepadamu dan juga salam penghormatan dari anak keturunanmu”. Maka Adam menyampaikan salam “assalamu alaikum” (salam sejahtera untuk kalian). Mereka menjawab ; “as salammualaika wa rahmatullah” (salam sejahtera dan rahmat Allah buat kamu). Mereka menambahkan kalimat wa rahmatullah”. Nanti setiap orang yang masuk surga bentuknya seperti Adam as dan manusia terus saja berkurang (tingginya) sampai sekarang”.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah r.a. : Nabi Saw bersabda, “rombongan pertama yang masuk surga, rupa mereka seperti bentuk bulan saat purnama kemudian diikuti oleh rombongan berikutnya yang rupanya bagaikan bintang-bintang yang bercahaya di langit. Mereka tidak akan pernah membuang air besar didalamnya, tidak kencing, tidak meludah dan tidak pula beringus. Sisir mereka terbuat dari emas, keringat mereka seharum minyak misik dan tempat perapian mereka terbuat dari kayu cendana yang sedemikian wangi. Istri-istri mereka adalah bidadari yang dicipta secara bersamaan, bentuk (tingginya) seperti kakek moyang mereka Adam as, yang tingginya enam puluh hasta yang menjulang ke langit.”

Pepohonan dan Buah-buahan di Surga

Beberapa nash syar’i menyebutkan tentang nama pohon di surga, seperti pohon anggur, kurma, delima, dan lainnya. Salah satu namanya yang disebutkan dengan tegas adalah Thuba. Pohon terbesar yang ada di sana. Sangat rindang dan begitu indah. Terbuat dari emas. Darinya, pakaian ahli surga terbuat. (HR. Ibnu Hibban)

Rosulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Tidak ada pohon di surga melainkan tangkainya terbuat dari emas” (QS. HR. Tirmidzi :2525)

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, dari Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda,

إِنَّ فِي الْجَنَّةِ شَجَرَةً يَسِيرُ الرَّاكِبُ فِي ظِلِّهَا مِائَةَ عَامٍ لَا يَقْطَعُهَا وَاقْرَءُوا إِنْ شِئْتُمْ : وَظِلٍّ مَمْدُودٍ

“Sesungguhnya di dalam surga terdapat pohon yang dilewati oleh penunggang kuda selama seratus tahun tapi ia tak keluar dari naungannya. Bacalah jika kalian mau, “Dan naungan yang terbentang luas” [QS. Al-Waqi’ah: 30].” (HR. Al-Bukhari)

Dalam Shahihaih, dari Abu Sa’id al-Khudri, “Sesungguhnya di dalam surga terdapat satu pohon yang dilalui oleh penunggang kuda yang mahir dan sangat kencang selama seratus tahun tapi belum melampuinya.”

Rosulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Sesungguhnya pernah dinampakkan surga kepadaku, akupun melihat keindahan dan keelokan di dalamnya, lalu aku mengulur kan tanganku untuk memetik setangkai buah anggur agar aku dapat membawanya ke hadapan kalian, namun ada sesuatu yang menghalangiku darinya, kalau seandainya aku dapat membawanya kepada kalian niscaya buah tersebut cukup dimakan semua yang ada di antara langit dan bumi, serta tidak kurang” (HR. Ahmad :352-353)

Rumah,kamar dan kemah dan sungai-sungai di Surga

Turmudzi meriwayatkan hadits dari ‘Ali ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Sungguh di dalam surga ada ruangan. Bagian luarnya terlihat dari dalam dan bagian dalamnya terlihat dari luar. Tempat itu disediakan oleh Allah Ta’ala bagi orang yang memberi makan, melembutkan ucapan, berpuasa, dan melaksanakan shalat malam sedangkan waktu itu manusia tidur.” Hadits ini juga diriwayatkan oleh Ahmad dalam musnad.

Dari Abdullah bin Qais bahwa Rasulullah saw. bersabda: “kemah surga adalah mutiara yang terbentang, panjangnya di langit adalah tiga puluh mil. Di setiap sudutnya terdapat keluarga bagi orang yang beriman. Mereka tidak terlihat oleh orang lain.” (HR Bukhari)

Menurut Abu Abdul Shamad dan Harits dari Abu Imran, panjang tenda itu enam puluh mil.

Imam Ahmad juga meriwayatkan dari Abdullah bin Qais bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Sungguh orang beriman mempunyai satu kemah yang terbentang di dalam surga yang panjangnya enam puluh mil. Ia mempunyai keluarga di dalamnya. Mereka dikelilingi orang beriman, tetapi sebagian di antara mereka tidak melihat sebagian yang lain.”

Dalam riwayat lain disebutkan: “Di dalam surga, terdapat kemah dari permata yang terbentang, luasnya enam puluh mil. Setiap sudutnya terdapat keluarga yang tidak terlihat orang lain meskipun dikelilingi orang-orang beriman.” (HR Muslim)

Rosulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Aku masuk ke dalam surga, tiba-tiba aku melihat istana yang terbuat dari emas” (HR. Tirmidzi)

Rosulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Batu bata (di surga) dari emas dan batu bata dari perak, lumpur (untuk mengecat) dindingnya terbuat dari minyak kesturi, kerikilnya terbuat dari mutiara dan intan, tanahnya terbuat dari minyak za’faron” (HR. Ahmad)

Allah Ta’ala berfirman, “Perumpamaan surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa, di dalamnya terdapat sungai-sungai dari air yang tidak berubah rasa dan baunya, sungai-sungai dari susu yang tiada berubah rasanya, sungai-sungai dari khomr yang lezat bagi peminumnya dan sungai-sungai dari madu yang disaring, dan mereka mendapatkan di dalamnya segala macam buah-buahan dan ampunan dari Tuhan mereka.” (QS. Muhammad :15)

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata: “Sungai-sungai tersebut mengalir di bawah kamar-kamar mereka, istana-istana mereka dan kebun-kebun mereka” (Hadil Arwah :236)

Rosulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Al Kautsar adalah sungai di surga kedua tepinya tebuat dari emas, alirannya diatas mutiara dan permata Yaqut, tanahnya lebih harum dari minyak kesturi, airnya lebih manis daripada madu dan lebih putih dari pada salju” (HR. Tirmidzi :3361)

(Sumber: Tamasya ke Surga, Ibnu Qayyim al Jauziy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *