Jakarta, Janganlupasholat.com – Delegasi ekonomi Palestina menggelar Workshop Bisnis dan Investasi yang dihadiri oleh para pengusaha-pengusaha Indonesia di Jakarta pada Rabu (24/7).

Delegasi yang terdiri dari pejabat Departemen Perdagangan, Badan Investasi dan Penanaman Modal, Departemen Industri dan Kadin Palestina tersebut memperkenalkan potensi bisnis dan investasi di negeri para nabi tersebut.

Jawad Al Muty, Ketua Delegasi, sekaligus pejabat dari Kementrian Ekonomi Nasional Palestina mengatakan, Palestina saat ini sedang berusaha untuk meningkatkan kemampuan ekonominya, meskipun banyak tantangan yang harus dihadapi.

“Banyak hal yang membuat perekonomian Palestina kurang maju, seperti upaya Israel yang mempersempit ruang gerak ekonomi Palestina dan faktor lain yang menghabatnya,” kata Jawad dalam sambutannya.

Ia menjelaskan, sekitar 3,5 miliar dolar Amerika Serikat uang Palestina ditahan dan dibekukan oleh otoritas Israel, sehingga menyebabkan rakyat Palestina semakin menderita.

Oleh karena itu, Palestina sangat berterima kasih kepada Indonesia yang telah memberikan bea masuk nol persen untuk ekspor Zaitun dan Kurma Palestina ke Indonesia.

Ia pun berharap, produk-produk lain asal Palestina dapat segera diberikan tarif nol persen juga. Saat ini sekitar 61 produk sedang di kaji untuk diberikan tarif nol persen.

Sementara itu, Moga Simatupang, Sekretaris Direktorat Jenderal Negosiasi Perdagangan Internasional Kemendag RI berharap, melalui workshop ini para pengusaha mendapatkan informasi mengenai potensi ekonomi di Palestina sehingga dapat menentukan langkah-langkah selanjutnya.

Ia juga menyampaikan keluhan pengusaha Indonesia, produk Kurma Palestina di pasar Indonesia masih kalah saing dengan yang lain, karena mungkin harganya yang terlalu tinggi. Oleh karena itu ia berharap bisa ada tidak lanjutnya, khusunya dalam acara ini. (sumber: minanews.net)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *