Biaya Haji 2015 Turun Tapi Pelayanan Meningkat, Ini Janji Menag Lukman

Jakarta – Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin memastikan penurunan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2015 tidak mengurangai tingkat pelayanan. Menag Lukman menjamin pelayanan justru lebih meningkat.

“Bahwa efisiensi yang sudah dicapai sebesar USD 502 sama sekali tidak boleh mengurangi kualitas pelayanan yang menjadi hak jamaah haji kita untuk tahun ini,” ujar Lukman dalam jumpa pers di Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (27/5/2015).

Lukman mengatakan kuota jamaah haji yang berangkat tahun ini berjumlah 168.800 orang. Rinciannya, untuk jamaah reguler 155.200 orang dan jamaah ONH Plus 13.600 orang.

“Ini yang akan berangkat tahun ini,” imbuhnya.

Sejumlah peningkatan pelayanan yang akan dilakukan oleh Kemenag adalah:

A. Perubahan Rute Penerbangan

Jamaah haji gelombang pertama akan diterbangkan dari tanah air langsung menuju Madinah dan pulang melalui Jeddah. Sedangkan jamaah haji gelombang kedua akan diterbangkan dari tanah air menuju Jeddah dan pulang melalui MadinahBeberapa keuntungan yang diperoleh dari perubahan sistem ini adalah pertama, stamina jamaah haji bisa lebih terjaga. Sebab, perjalanan darat kurang lebih selama 6-8 jam dari Jeddah ke Madinah dan sebaliknya dapat dihilangkan. Kedua, terjadi penghematan biaya perjalanan haji dan akomodasi transit di Jeddah.

B. Penyediaan Makan Siang di Mekkah

Dalam rangka untuk terus meningkatkan pelayanan kepada para jamaah haji, pada musim haji tahun ini akan disediakan 15 kali makan siang selama berada di Mekkah.

C. Peningkatan Layanan Transportasi Shalawat

Dengan masih berlangsungnya proses pembongkaran dan pembangunan berbagai proyek infrastruktur di sekitar wilayah Masjidil Haram , maka tidak terelakan adanya potensi makin melebarnya jarak pemondokan jamaah haji dari Masjidil Haram.

Kondisi ini disikapi dengan penyediaan layanan transportasi shalawat dari pemondokan ke Masjidil Haram dan sebaliknya. Dalam rangka memudahkan peningkatan pelayanan dan koordinasi transportasi shalawat, akan dilakukan pengurangan rute bus dari yang semula 12 lokasi pada 2014, menjadi 6 lokasi yang disesuaikan dengan lokasi pemondokan di Mekkah.

Charlie Hebdo, Kantor Tabloid Penghina Nabi Muhammad Diserang 11 Orang Tewas

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS — Beberapa masjid yang berada di Prancis menjadi sasaran penyerangan sejumlah kelompok, pascainsiden di kantor majalah mingguan Charlie Hebdo.

Dikutip dari Daily Star, sebuah ledakan terjadi di toko kebab dekat masjid di kota timur Prancis, Villefranche-sur-Saone, Kamis (8/1). Pihak berwenang mengabarkan tidak ada korban jiwa dalam insiden.

“Ini adalah tindakan kriminal,” kata seorang pejabat lokal yang tak mau disebut namanya.

Ia mengatakan polisi segera melakukan menyelidikan pasca kejadian. Serangan tersebut disinyalir tidak ada hubungannya dengan serangan berdarah di majalah Paris Chalie Hebdo.

Meski demikian, AFP melaporkan serangan pada masjid-masjid Prancis tak hanya satu. Kelompok Muslim Prancis mendesak para imam mengecam terorisme dalam tempat ibadah, termasuk dalam ibadah shalat Jumat.

Mantan jurnalis Charlie Hebdo, Caroline Fourest, menyatakan penyerangan terhadap kantor media tersebut tidak akan menghilangkan kebebasan pers Prancis. Penerima penghargaan jurnalis ini bahkan menjanjikan Charlie Hebdotetap akan terbit pekan depan.

“Walaupun seandainya mereka membunuh 10 jurnalis kami, Charlie Hebdo akan tetap terbit minggu depan,” ujar Fourest.

Serangan terhadap kantor majalah Charlie Hebdo menewaskan 12 orang. Delapan di antara korban tersebut merupakan mantan teman sejawat Fourest. Meski terjadi serangan, Fourest meyakinkan bahwa edisi majalah Charlie Hebdo selanjutnya akan tetap terbit pada pekan depan. Fourest menegaskan penyerangan fatal yang terjadi pada Charlie Hebdo tidak akan membuat kebebasan berpendapat di Prancis menjadi bisu.

Ia menyatakan bahwa para jurnalis Charlie Hebdo yang selamat serta para mantan rekan sejawat seperti Fourest telah memutuskan untuk bekerja sama. Mereka akan melakukan pertemuan besok (9/1) terkait penerbitan edisi Charlie Hebdo selanjutnya. Ia menegaskan tindakan pelaku penyerangan tidak akan menghentikan langkah mereka.

Fourest juga menilai para militan yang melakukan penyerangan adalah orang gila yang bodoh karena militan tersebut melakukan hal yang kejam karena takut pada gambar kartun sederhana. Ia pun menyebut bahwa para militan merupakan sekumpulan orang-orang tanpa kemampuan. Pasalnya, membunuh dengan senjata otomatis bisa dilakukan oleh siapa saja. Sedangkan para korban yang merupakan jurnalis dan kartunis merupakan orang-orang yang memiliki talenta.

“Orang-orang tanpa talenta itu membunuh banyak orang bertalenta hari ini hanya untuk menciptakan emosi, menyebabkan orang terkejut, dan membuat situasi penuh kepanikan serta kebencian,” lanjut Fourest.

Fourest menyatakan selama ini para mantan teman sejawatnya hidup di bawah perlindungan polisi selama bertahun-tahun. Ia menggambarkan para korban sebagai orang-orang yang manis sekaligus pemberani. Pasalnya, para jurnalis yang menjadi korban tersebut dapat membuat orang lain tersenyum dengan sambil tetap memperjuangkan kebebasan pers.

Stephane Charbonnier, Pemred Majalah Penghina Islam Charlie Hebdo Masuk Daftar Buronan Mujahidin

PARIS, PERANCIS (Panjimas.com) – Pemimpin redaksi majalah penghina Islam Charlie Hebdo, Stephane Charbonnier, yang dikenal sebagai Charb ternyata buronan mujahidin.

Pemred yang tewas dalam penembakan di kantor majalah penghina Islam, Charlie Hebdo di Paris pernah dimuat namanya dalam daftar buronan di majalah al-Qaeda, Inspire Magazine.

Stephane Charbonnier adalah salah satu dari 12 orang, termasuk sejumlah kartunis dan polisi, tewas dalam serangan mematikan yang dilakukan beberapa pria bertopeng dengan senapan Kalashnikov. (Baca: Alhamdulillah Serangan di Markas Charlie Hebdo Tepat Sasaran, Bunuh Pemred dan Kartunis Penghina Nabi Muhammad)

Pemred sekaligus kartunis yang dikenal sebagai “Charb” adalah target lama yang pernah dirilis sebuah majalah yang dirintis Asy Syahid -insya Allah- Samir Khan dan diterbitkan al-Qaeda di Semenanjung Arab (AQAP).

Inspire magazine dalam edisi Maret 2013, memajang foto Charbonnier yang dapat dilihat dalam tema utama majalah online tersebut pada halaman 10 dengan judul “Diburu hidup atau Mati karena Kejahatan terhadap Islam.” Dalam rilis tersebut juga yang memuat buronan penghina Islam lainnya seperti Molly Norris, Ayaan Hirsi Ali, Flemming Rose, Morris Swadiq, Salman Rushdie, Girt Wilders, Lars Vilks, Carsten Luste, Terry Jones, dan Kurt Westergaard.

Untuk diketahui, Stephane Charbonnier, Pemred majalah penghina Islam tepat pada awal Januari 2013 lalu pernah menerbitkan komik menghina Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Ia bahkan menyatakan komik itu sebagai komik yang menggambarkan biografi Nabi Muhammad versi Charlie Hebdo itu sebagai komik halal karena diedit oleh editor Muslim (baca: liberal).

‘’Kami sudah memiliki gambaran tentang kehidupan Muhammad seperti yang diceritakan oleh sejarawan Muslim. Tidak ada tambahan humor,’’ bunyi pernyataan Charlie Hebdo seperti dikutip Dailybhaskar dari Aljazeera. ‘’Jika bentuknya memunculkan sejumlah hujatan, latar belakangnya sepenuhnya halal,’’ Editor Charlie Hebdo, Stephane Charbonnier, mengatakan kepada AFP, Rabu (2/1/2013).

Ilustrotor majalah penghina Islam itu mengaku dirinya mendapat ide meluncurkan komik biografi tentang Nabi Muhammad sejak enam tahun silam. Charb terinspirasi oleh surat kabar Denmark, Jyllands-Posten, yang mempublikasi 12 kartun menghina Nabi Muhammad pada September 2005.

Ulah majalah Charlie Hebdo yang berulang kali menghina Nabi Muhammad membuat umat Islam marah. Sebab dalam Islam, hukum penghina Nabi Muhammad Shallallahu ‘alahi wa sallam, halal darahnya. Pada 2011, kantor Charlie Hebdo pernah dilempar bom api dan situsnya dibajak setelah menerbitkan edisi ‘Charia Hebdo’ yang memuat beberapa gambar kartun Muhammad.

Stephane Charbonnier mendapat sejumlah ancaman pembunuhan. Penanggung jawab penerbitan Charlie Hebdo yang dikenal dengan nama Charb itu selama ini hidup dalam kawalan pihak kepolisian.

Selain Stephane Charbonnier, tiga kartunis penghina Nabi Muhammad. Cabut, 76 tahun juga disebut Cabu, adalah kartunis dalam majalah Charlie Hebdo yang menghina Islam. Wolinski pria 80-tahun yang telah menggambar kartun sejak 1960-an dan Tignous kontributor majalah yang berusia 57 tahun.

Serangan itu juga menembak mati seorang ekonom dan kontributor majalah tersebut, Bernard Maris, 68.

Tiga orang yang tewas lainnya dilaporkan adalah tamu di kantor majalah itu yakni Editor Michel Renaud, kartunis 73 tahun Philippe Honore – yang dikenal sebagai Honore – dan korektor majalah Mustapha Ourad.

Dua petugas polisi, Ahmed Merabet dan Franck Brinsolaro, juga termasuk di antara 12 orang yang tewas, menurut media Prancis.

Charbonnier, 47, yang dikenal dengan nama pena-nya Charb berkata “Aku lebih suka mati daripada hidup seperti tikus.” Dia juga menyatakan, dalam menghadapi, “Aku hidup di bawah hukum Perancis, bukan hukum Al-Qur’an.” [AW/dbs]

Charlie Hebdo, Kantor Tabloid Penghina Nabi Muhammad Diserang 11 Orang Tewas

Sebuah aksi bersenjata terjadi di kantor pusat majalah satir “Charlie Hebdo” di Paris, Perancis, Rabu, menyebabkan 11 orang tewas dan empat orang cedera serius.

Korban yang tewas itu meliputi sembilan orang jurnalis dan dua polisi, kata Rocco Contento, juru bicara polisi setempat. (Baca: Alhamdulillah Serangan di Markas Charlie Hebdo Tepat Sasaran, Bunuh Editor dan Kartunis Penghina Nabi Muhammad)

Rocco juga menjelaskan bahwa penyerang berjumlah empat orang. Mereka memasuki kantor “Charlie Hebdo” pada pukul 11.30 siang waktu Paris, membawa pistol dan Kalashnikov.

“Mereka menembaki semua orang, itu adalah aksi pembantaian,” kata dia seperti dikutip harian Liberation.

Aksi ini merupakan reaksi terhadap publikasi “Charlie Hebdo” yang beberapa kali menampilkan gambar karikatur Nabi Muhammad dengan nada menghina.

Rekam jejak majalah mingguan “Charlie Hebdo”, sebagaimana dikutip dari The Guardian, halaman utama dengan gambar karikatur Nabi Muhammad tertulis sebagai editor majalah “Charia Hebdo” dan berkata “hukum cambuk 100 kali bila Anda tidak mati tertawa”.

Edisi spesial yang dirilis pada November 2011 ini memantik aksi bom api di kantor majalah “Charlie Hebdo”.

Bom dengan bensin itu merusak perkantoran di Paris, laman resmi majalah itu juga diretas, dan pekerja majalah diancam akan dibunuh.

Namun enam hari kemudian, seolah jauh dari kata kapok, majalah ini merilis gambar karikatur seorang kartunis “Charlie Hebdo” yang sangat bernafsu mencium seorang pria berjenggot di depan gedung yang rusak akibat aksi bom.

Judul yang dipilih kali itu adalah “L’Amour plus fort que la haine”  (Cinta lebih kuat daripada kebencian).

Kurang dari setahun setelah insiden itu, “Charlie Hebdo” mempublikasi beberapa karikatur menghina Nabi Muhammad.

Akibat edisi “Charlie Hebdo” itu, Pemerintah Prancis sempat meminta agar redaksi tidak meneruskan publikasi tersebut. Tapi permintaan itu ditolak, dan Prancis terpaksa menutup kantor kedutaan serta sekolah-sekolah di 20 negara akibat khawatir dengan keselamatan warganya di luar negeri. [AW/Ant]

Dari berbagai sumber:

http://panjimas.com/news/2015/01/07/charlie-hebdo-kantor-tabloid-penghina-nabi-muhammad-diserang-11-orang-tewas/

http://hizbut-tahrir.or.id/2015/01/08/kantor-charlie-hebdo-majalah-penghina-nabi-diserang-11-orang-tewas/

 

Bebaskan Masjid Al-Aqsha, Hamas Bentuk Tentara Rakyat

Hamas mengumumkan pembentukan satu “tentara rakyat” di Jalur Gaza, dengan mengatakan pihaknya siap menghadapi konflik dengan Israel pada waktu mendatang, terutama di kompleks Masjid Al-Aqsa.

Dalam satu acara di kamp pengungsi Jabaliya di utara wilayah Palestina yang porak poranda itu, seorang juru bicara Brigade Ezzedine al-Qassam, bagian militer dari gerakan Hamas, mengatakan 2.500 orang telah direkrut untuk membentuk” bagian pertama tentara rakyat untuk pembebasan Al-Aqsa dan Palestina”.

Mohamed Abu Askar, seorang pejabat Hamas, mengatakan mereka yang berusia lebih dari 20 tahun dapat menandatangani kontrak “siap bagi konfrontasi” dengan Israel.

Hamas dan Israel terlibat perang 50 hari awal tahun ini yang menewaskan 2.140 warga Palestina dan 73 warga Israel dan menghancurkan daerah-daerah luas Jalur Gaza. Bentrokan yang sering antara para pemrotes Palestina dan polisi Israel kembali meletus di kompleks Masjid Al-Aqsa di Jerusalem timur yang diduduki Israel.

Konfrontasi-konfrontasi belum lama ini sebagian besar disebabkan kekhawatiran Palestina atas sikap Israel yang berikrar akan mengubah statusquo tempat suci Muslim maupun kaum Yahudi itu. Abu Askar mengatakan pasukan baru itu dibentuk “pada saat ketika Masjid Al-Aqsa jadi sasaran pelanggaran serius Israel”.

Seorang juru bicara Al-Qassam lainnya mengatakan “rakyat, senjata dan terowongan-terowongan berjalan lancar” mengacu pada jaringan jalan bawah tanah Hamas, ratusan dari terowongan itu telah dihancurkan oleh Israel dan Mesir untuk mencegah penyelundupan senjata

59% Warga Yahudi Yakin Israel Kalah Perang di Gaza

Militer Israel mengau telah menggempur lebih dari 5263 target di Jalur Gaza sejak 7 Juli 2014

 Hidayatullah.com—Sebuah jajak pendapat terbaru yang dilansirChanel TV2 Israel hari Rabu (27/08/2014) menunjukkan 59% orang Israel menyakini bahwa mereka mengalami kekalahan perang militer di Jalur Gaza. Sementara itu hanya 32% saja yang masih meyakini bahwa kinerja PM Israel Benyamin Netanyahu baik dan 59% menyatakan kinerja Netanyahu buruk.

Dalam jajak pendapat tersebut menunjukkan bahwa tingkat dukungan terhadap kinerja Netanyahu menurut selama dua hari terakhir dari 37% menjadi 32%. Sementara dukungan terhadap kinerja Netanyahu dua pekan lalu 55%, tiga pekan lalu 65% dan selama operasi militer darat ke Jalur Gaza 82%.

Dikutip Pusat Informasi Palestina, Kamis  (28/08/2014), jajak pendapat ini juga menunjukkan adanya 54% masyarakat Zionis yang menentang penghentian serangan atau gencatan dan sebanyak 37% mendukung gencatan setelah 50 hari perang berlangsung.

Sementara itu hanya 29% mengungkapkan bahwa aksi militer Zionis ke Jalur Gaza telah berakhir dengan kemenangan Zionis.

Sebanyak 83% dari responden jajak pendapat mengungkapkan mereka puas dengan kinerja militer dalam perang di Gaza, sedang 12% menyatakan bahwa kinerja militer belum seperti yang seharusnya.

Sejak 7 Juli 2014 lalu pasukan penjajah Zionis melancarkan agresi sengit ke Jalur Gaza sampai dimulainya penghentian serangan atau gencatan pada Selasa (26/08/2014) malam.

Di akhir agresi ini militer menyatakan telah menggempur lebih dari 5263 target di Jalur Gaza.*

Rep: Panji Islam

Editor: Cholis Akbar

ABORSI DAN HUKUMNYA

Secara terminologi atau istilah Ibnu Manzur mendefenisikan bahwa Aborsi ialah menggugurkan bayi sebelum mengecap kehidupan didunia ini, pelakunya adalah wanita itu sendiri disebabkan karena terpukul mental dan yang lainnya.

Selanjutnya Ensiklopedia Indonesia memberikan pengertian bahwa Aborsi adalah: Pengakhiran kehamilan sebelum masa gestasi 28 minggu atau sebelum janin mencapai berat 1.000 gram.

Defenisi lain menyatakan, aborsi adalah pengeluaran hasil konsepsi pada usia kehamilan kurang dari 20 minggu atau berat janin kurang dari 500 gram.

Aborsi merupakan suatu proses pengakhiran hidup dari janin sebelum diberi kesempatan untuk bertumbuh untuk hidup, sedangkan Menurut Dr. Musthafa Lubnah dalam karangnya Naqlan an-jarimatil Ijhadh al- Hawamil, ia menyatakan bahwa sebagian Ulama syafi’iyah berpendapat bahwa aborsi adalah seorang wanita membuang janin sebelum sempurna masa kehamilannya hidup atau mati, sehingga janin tersebut tidak dapat menikmati kehidupan di dunia ini. Sedangkan bayi tersebut telah sempurna sebagian penciptaannya.

Prof. Dr. Shalah Karim mendefenisikan bahwa aborsi adalah berakhirnya kehamilan sebelum minggu ke 28 atau pada bulan pertama permulaan kehamilan.

Dari Ibnu Mas’ud bahwasanya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda : Sesungguhnya seseorang dari kamu dikumpulkan penciptaannya di dalam perut ibunya selama empat puluh hari. Setelah genap empat puluh hari kedua, terbentuklah segumlah darah beku. Ketika genap empat puluh hari ketiga, berubahlah menjadi segumpal daging. Kemudian Allah mengutus malaikat untuk meniupkan roh, serta memerintahkan untuk menulis empat perkara, yaitu penentuan rizki, waktu kematian, amal, serta nasibnya, baik yang celaka, maupun yang bahagia. (HR Bukhari dan Muslim)

Pro-kontra Penetapan Hukum Aborsi

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada 21 Juli 2014 menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) nomor 61 tahun 2014 tentang kesehatan reproduksi. Dalam PP tersebut dilegalkan aborsi bagi perempuan hamil yang diindikasikan memiliki kedaruratan medis atau hamil akibat perkosaan.

Pemerintah akan menerapkannya mulai 16 Agustus 2014. Dalam peraturan itu tertera syarat praktik aborsi legal; antara lain akibat pemerkosaan dan kedaruratan medis. Perdebatan pun muncul di masyarakat. Ini membuka lagi perdebatan lama soal praktik aborsi.

Menurut Menteri Hukum dan HAM, Amir Syamsudin, ada dasar hukum dari PP itu. Salah satunya adalah perlindungan HAM bagi korban perkosaan. “Kan kejadian itu tidak berdasarkan keinginan dia. Anda bisa bayangkan seseorang yang jadi korban pemerkosaan seperti apa.”

Dia menyebutkan, pelegalan Aborsi untuk korban perkosaan sudah berlaku di beberapa negara. Apalagi ada tinjauan medis yang jadi pertimbangan. “Pendekatan kita pendekatan medis. Saya kira wajar dan itu universal.”

Situs Sekretariat Kabinet menjelaskan, pelegalan aborsi mengacu pada UU Kesehatan No. 36/2009, khususnya pasal 75 ayat (1) yang menyatakan, setiap orang dilarang melakukan aborsi terkecuali berdasarkan indikasi kedaruratan medis dan kehamilan akibat perkosaan yang dapat menimbulkan trauma psikologis bagi korban perkosaan.

Berdasarkan PP ini, tindakan aborsi hanya dapat dilakukan pada: a. Indikasi kedaruratan medis dan b. Kehamilan akibat perkosaan. “Tindakan aborsi akibat perkosaan hanya dapat dilakukan apabila usia kehamilan paling lama 40 hari dihitung sejak hari pertama haid terakhir,” kata pasal 31 ayat (2) PP ini.

“Penentuan adanya indikasi kedaruratan medis dilakukan oleh tim kelayakan aborsi, paling sedikit dari 2 orang tenaga kesehatan yang diketuai oleh dokter yang memiliki kompetensi dan kewenangan,” kata pasal 33 ayat (1,2) PP tersebut.

Namun, apapun bunyi pasal-pasal dalam PP tersebut sejumlah kelompok yang tidak setuju mempermasalahkan legalisasi praktik aborsi. “Aborsi sama saja dengan menghilangkan hak hidup seseorang. Alasan pelaku adalah korban pemerkosaan, tidak bisa menjadi legitimasi bagi tindakan aborsi,” kata Wakil Ketua Komisi IX DPR, Irgan Chairul Mahfiz.

 Setiap bayi menurut Sekretaris Pengurus Pusat Lembaga Kesehatan Nahdhatul Ulama (NU) Anggia Ermarini berhak untuk hidup. Dia bersifat suci dan terbebas dari dosa sehingga tidak memahami akan aksi pemerkosaan yang mungkin dialami ibu yang mengandungnya. “Jadi saya kira akan berdosa jika tiba-tiba digugurkan.”

Anggia berpendapat, penyebab kehamilan tidak menjadi alasan utama dilakukannya aborsi. Terlebih lagi bila kehamilan itu normal. Apresiasi terhadap eksistensi individu menurutnya harus lebih diutamakan. Kalau kehamilan mengancam kelangsungan hidup si ibu, maka akan berbeda.

NU mengharapkan pemerintah tidak hanya berdasar pada ilmu kedokteran dalam mengambil kebijakan terkait aborsi. “Islam memiliki pandangan tersendiri berdasarkan ijtihad ulama,” ujarnya.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) dengan tegas menyatakan aborsi diharamkan dalam Islam. Ketua MUI Bidang Pemberdayaan Perempuan Tutty Alawiyah menegaskan, apa pun alasannya, membunuh bayi dalam kandungan secara sengaja jelas tak diperbolehkan.

Tindakan aborsi, tak seharusnya dilegalkan, karena bersifat pengecualian (exception). “Di sini bukan negara sekuler yang bisa melegalkan segalanya,” ujar Tutty sambil menambahkan bahwa untuk menentukan seseorang boleh melakukan aborsi atau tidak, harus mendapat rekomendasi dari dokter.

Di dalam teks-teks al Qur’an dan Hadist tidak didapati secara khusus hukum aborsi, tetapi yang ada adalah larangan untuk membunuh jiwa orang tanpa hak, sebagaimana firman Allah swt :

????? ???????? ????????? ????????????? ??????????? ????????? ???????? ?????? ???????? ?????? ???????? ?????????? ????????? ???? ???????? ????????

“ Dan barang siapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja, maka balasannya adalah neraka Jahanam, dan dia kekal di dalamnya,dan Allah murka kepadanya dan melaknatnya serta menyediakan baginya adzab yang besar( Qs An Nisa’ : 93 )

Begitu juga hadist yang diriwayatkan oleh Ibnu Mas’ud bahwasanya Rosulullah saw bersabda :

?????? ?????????? ???????? ???????? ??? ?????? ??????? ??????????? ??????? ????? ??????? ??? ?????? ???????? ?????? ?????? ????? ??????? ??? ?????? ???????? ?????? ?????? ????? ???????? ????????? ?????????? ????? ???????? ?????????? ?????????? ????????? ???????? ???????? ?????????? ?????????? ????????? ???? ???????

“ Sesungguhnya seseorang dari kamu dikumpulkan penciptaannya di dalam perut ibunya selama empat puluh hari. Setelah genap empat puluh hari kedua, terbentuklah  segumlah darah beku. Ketika genap empat puluh hari ketiga , berubahlah menjadi segumpal daging. Kemudian Allah mengutus malaikat   untuk meniupkan roh, serta memerintahkan untuk menulis empat perkara, yaitu penentuan rizki, waktu kematian, amal, serta nasibnya, baik yang celaka, maupun yang bahagia. “ ( Bukhari dan Muslim )

Maka, untuk mempermudah pemahaman, pembahasan ini bisa dibagi menjadi dua bagian sebagai berikut

 

Menggugurkan Janin Sebelum Peniupan Roh

Dalam hal ini, para ulama berselisih tentang hukumnya dan terbagi menjadi tiga pendapat :

Pendapat Pertama :

Menggugurkan janin sebelum peniupan roh hukumnya boleh. Bahkan sebagian dari ulama membolehkan menggugurkan janin tersebut dengan obat. ( Hasyiat Al Qalyubi : 3/159 )

Pendapat ini dianut oleh para ulama dari madzhab Hanafi, Syafi’I, dan Hambali.  Tetapi kebolehan ini disyaratkan adanya ijin dari kedua orang tuanya,( Syareh Fathul Qadir : 2/495 )

 

Mereka berdalil dengan hadist Ibnu Mas’ud di atas yang menunjukkan bahwa sebelum empat bulan, roh belum ditiup ke janin dan penciptaan belum sempurna, serta dianggap benda mati, sehingga boleh digugurkan.

Pendapat kedua :

Menggugurkan janin sebelum peniupan roh hukumnya makruh. Dan jika sampai pada waktu peniupan ruh, maka hukumnya menjadi haram.

Dalilnya bahwa waktu peniupan ruh tidak diketahui secara pasti, maka tidak boleh menggugurkan janin jika telah mendekati waktu peniupan ruh , demi untuk kehati-hatian . Pendapat ini dianut oleh sebagian ulama madzhab Hanafi dan Imam Romli salah seorang ulama dari madzhab Syafi’I . ( Hasyiyah Ibnu Abidin : 6/591,  Nihayatul Muhtaj : 7/416 )

 

Pendapat ketiga :

Menggugurkan janin sebelum peniupan roh hukumnya haram. Dalilnya bahwa  air mani sudah tertanam dalam rahim dan telah bercampur dengan ovum wanita sehingga siap menerima kehidupan, maka merusak wujud ini adalah tindakan kejahatan . Pendapat ini dianut oleh Ahmad Dardir , Imam Ghozali dan Ibnu Jauzi ( Syareh Kabir : 2/ 267, Ihya Ulumuddin : 2/53, Inshof : 1/386)

 

Adapun status janin yang gugur sebelum ditiup rohnya (empat bulan) , telah dianggap benda mati, maka tidak perlu dimandikan, dikafani ataupun disholati. Sehingga bisa dikatakan bahwa menggugurkan kandungan dalam fase ini tidak dikatagorikan pembunuhan, tapi hanya dianggap merusak sesuatu yang bermanfaat.

Ketiga pendapat ulama di atas tentunya dalam batas-batas tertentu, yaitu jika di dalamnya ada kemaslahatan, atau dalam istilah medis adalah salah satu bentuk Abortus Profocatus Therapeuticum, yaitu jika bertujuan untuk kepentingan medis dan terapi serta pengobatan. Dan bukan dalam katagori Abortus Profocatus Criminalis, yaitu yang dilakukan karena alasan yang bukan medis dan melanggar hukum yang berlaku, sebagaimana yang telah dijelaskan di atas.

B.     Menggugurkan Janin Setelah Peniupan Roh

Secara umum, para ulama telah sepakat bahwa menggugurkan janin setelah peniupan roh hukumnya haram. Peniupan roh terjadi ketika janin sudah berumur empat bulan dalam perut ibu, Ketentuan ini berdasarkan hadist Ibnu Mas’ud di atas. Janin yang sudah ditiupkan roh dalam dirinya, secara otomatis pada saat itu, dia  telah menjadi seorang manusia, sehingga haram untuk dibunuh. Hukum ini berlaku jika pengguguran tersebut dilakukan tanpa ada sebab yang darurat.

Namun jika disana ada sebab-sebab darurat, seperti jika sang janin nantinya akan membahayakan ibunya jika lahir nanti, maka dalam hal ini, para ulama berbeda pendapat:

Pendapat Pertama :

Menyatakan bahwa menggugurkan janin setelah peniupan roh hukumnya tetap haram, walaupun diperkirakan bahwa janin tersebut akan membahayakan keselamatan ibu yang mengandungnya. Pendapat ini dianut oleh Mayoritas Ulama.

Dalilnya adalah firman Allah swt :

????? ??????????? ????????? ??????? ??????? ?????? ?????? ?????????

“ Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya), melainkan dengan suatu (alasan) yang benar. “ ( Q.S. Al Israa’: 33 )

Kelompok ini juga mengatakan bahwa kematian ibu masih diragukan, sedang keberadaan janin merupakan sesuatu yang pasti dan yakin, maka sesuai dengan kaidah fiqhiyah : “ Bahwa sesuatu yang yakin tidak boleh dihilanngkan dengan sesuatu yang masih ragu.”, yaitu tidak boleh membunuh janin yang sudah ditiup rohnya yang merupakan sesuatu yang pasti , hanya karena kawatir dengan kematian ibunya yang merupakan sesuatu yang masih diragukan. ( Hasyiyah Ibnu Abidin : 1/602 ).

Selain itu, mereka memberikan permitsalan bahwa jika sebuah perahu akan tenggelam, sedangkan keselamatan semua perahu tersebut bisa terjadi jika sebagian penumpangnya dilempar ke laut, maka hal itu juga tidak dibolehkan.

Pendapat Kedua :

Dibolehkan menggugurkan janin walaupun sudah ditiupkan roh kepadanya, jika hal itu merupakan satu-satunya jalan untuk menyelamatkan ibu dari kematian. Karena menjaga kehidupan ibu lebih diutamakan dari pada menjaga kehidupan janin, karena kehidupan ibu lebih dahulu dan ada secara yakin, sedangkan kehidupan janin belum yakin dan keberadaannya terakhir.( Mausu’ah Fiqhiyah : 2/57 )

Prediksi tentang keselamatan Ibu dan janin bisa dikembalikan kepada ilmu kedokteran, walaupun hal itu tidak mutlak benarnya. Wallahu A’lam.

Dari keterangan di atas, bisa diambil kesimpulan bahwa para ulama sepakat bahwa Abortus Profocatus Criminalis, yaitu aborsi kriminal yang menggugurkan kandungan setelah ditiupkan roh ke dalam janin tanpa suatu alasan syar’I hukumnya adalah haram dan termasuk katagori membunuh jiwa yang diharamkan Allah swt.

Adapun aborsi yang masih diperselisihkan oleh para ulama adalah Abortus Profocatus Therapeuticum, yaitu aborsi yang bertujuan untuk penyelamatan jiwa, khususnya janin yang belum ditiupkan roh di dalamnya.