Masjid Agung Samara

Kota Baghdad, Irak, dikenal sebagai Negeri 1001 Malam. Disebut demikian, karena berbagai keunikan yang ada di kota tersebut. Mulai dari bidang kesusasteraan, cerita unik, hingga peradaban.
 
Karena itu, tak lengkap rasanya, bila punya kesempatan berkunjung ke Irak, tanpa menyaksikan keindahan kota tersebut.
 
Salah satu tempat yang layak dijadikan tujuan wisata adalah Masjid Agung Samarra. Masjid ini merupakan salah satu tempat ibadah terbesar yang pernah dibangun di dunia Islam. 
 
Masjid tersebut dibangun pada sekitar abad ke-9 Masehi atas perintah Khalifah Al-Mutawakkil, yakni khalifah ke-10 dari Dinasti Abbasiyah, yang berkuasa di Samarra dari tahun 833 hingga 842 M. 
 
Masjid ini terletak di sisi timur Sungai Tigris, tepatnya sekitar 125 kilometer ke arah utara ibukota Irak, Baghdad. Dan, antara tahun 836 M (221 H) hingga 892 M (279 H), Samarra merupakan ibu kota Kekhalifahan Abbasiyah.
 
Dalam makalahnya yang berjudul “The Mosque of al-Mutawakkil”, dosen Arkeologi Universitas Durham, Dr Derek Kennet, memaparkan, Masjid Agung Samarra mulai dibangun pada 836 M dan konstruksinya selesai dalam waktu 52 tahun. 
 
Seiring dengan perjalanannya, masjid ini sempat mengalami kerusakan. Namun, kemudian dibangun kembali antara tahun 849 dan 852 M. Dan karena faktor usia, masjid ini dipergunakan sebagai tempat ibadah hingga akhir abad ke-11 M.
 
Secara sepintas, bangunan lebih mirip benteng pertahanan dibandingkan dengan masjid. Sebab, tak ada simbol-simbol khusus yang tampak dari kejauhan yang menandakan bahwa bangunan tersebut adalah tempat ibadah. 
 
Mengapa? Karena, bentuknya memang sangat tidak mirip dengan masjid. Seperti benteng pertahanan, bangunan ini secara keseluruhan konstruksinya menggunakan batu bata yang telah melalui proses pembakaran terlebih dahulu.

Masjid yang terletak di Kota Samara, Irak ini,  dibangun pada abad ke-9 oleh Khalifah Abbasiyah Al Mutawakkil yang saat itu memerintah kota Samara di tahun 847 hingga 861. Masjid ini unik karena memiliki menara kerucut setinggi 52 meter dan lebar 33 meter dengan tangga spiral yang disebut Menara Malwiya.

Masjid ini memiliki 17 gang dan dinding-dinding mosaik yang terbuat dari kaca gelap berwarna biru. Dinding tersebut merupakan bagian dari perpanjangan kota Samara ke arah timur. Seni dan arsitektur masjid ini terlihat dari ukiran di dalam masjid yang didesain berbentuk bunga dan geometris. Arsitektur tersebut mewakili dekorasi Islam pertama di Irak.