Biaya Haji 2015 Turun Tapi Pelayanan Meningkat, Ini Janji Menag Lukman

Jakarta - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin memastikan penurunan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2015 tidak mengurangai tingkat pelayanan. Menag Lukman menjamin pelayanan justru lebih meningkat. 

"Bahwa efisiensi yang sudah dicapai sebesar USD 502 sama sekali tidak boleh mengurangi kualitas pelayanan yang menjadi hak jamaah haji kita untuk tahun ini," ujar Lukman dalam jumpa pers di Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (27/5/2015).

Lukman mengatakan kuota jamaah haji yang berangkat tahun ini berjumlah 168.800 orang. Rinciannya, untuk jamaah reguler 155.200 orang dan jamaah ONH Plus 13.600 orang.

"Ini yang akan berangkat tahun ini," imbuhnya.

Sejumlah peningkatan pelayanan yang akan dilakukan oleh Kemenag adalah:

A. Perubahan Rute Penerbangan

Jamaah haji gelombang pertama akan diterbangkan dari tanah air langsung menuju Madinah dan pulang melalui Jeddah. Sedangkan jamaah haji gelombang kedua akan diterbangkan dari tanah air menuju Jeddah dan pulang melalui MadinahBeberapa keuntungan yang diperoleh dari perubahan sistem ini adalah pertama, stamina jamaah haji bisa lebih terjaga. Sebab, perjalanan darat kurang lebih selama 6-8 jam dari Jeddah ke Madinah dan sebaliknya dapat dihilangkan. Kedua, terjadi penghematan biaya perjalanan haji dan akomodasi transit di Jeddah.

B. Penyediaan Makan Siang di Mekkah

Dalam rangka untuk terus meningkatkan pelayanan kepada para jamaah haji, pada musim haji tahun ini akan disediakan 15 kali makan siang selama berada di Mekkah.

C. Peningkatan Layanan Transportasi Shalawat

Dengan masih berlangsungnya proses pembongkaran dan pembangunan berbagai proyek infrastruktur di sekitar wilayah Masjidil Haram , maka tidak terelakan adanya potensi makin melebarnya jarak pemondokan jamaah haji dari Masjidil Haram.

Kondisi ini disikapi dengan penyediaan layanan transportasi shalawat dari pemondokan ke Masjidil Haram dan sebaliknya. Dalam rangka memudahkan peningkatan pelayanan dan koordinasi transportasi shalawat, akan dilakukan pengurangan rute bus dari yang semula 12 lokasi pada 2014, menjadi 6 lokasi yang disesuaikan dengan lokasi pemondokan di Mekkah.